Dari pertanyaan ke jawaban yang berdalil.
Hikmah AI tidak mengarang dalil. Begini perjalanan pertanyaanmu sampai menjadi jawaban yang bisa kamu periksa sendiri.
Enam langkah di balik layar.
- Langkah 01
Pertanyaanmu masuk
Kamu menulis atau mendikte pertanyaan. Untuk pertanyaan lanjutan, beberapa pesan terakhir ikut dibaca supaya konteksnya nyambung.
Sapaan seperti salam dijawab langsung tanpa proses panjang.
- Langkah 02
Ruang lingkup diperiksa
Hikmah AI memastikan pertanyaanmu termasuk Hukum Islam, Sejarah Islam, atau Pengetahuan Umum Islam.
Di luar itu, misalnya soal pemrograman atau saham, ditolak dengan sopan.
- Langkah 03
Rujukan dicari
Pencarian menggabungkan kecocokan makna dan kata kunci, lalu memprioritaskan sumber Al-Qur'an atau hadis bila pertanyaanmu menyinggungnya.
Hanya dokumen yang sudah ditinjau dan diterbitkan pengelola yang ikut dicari.
- Langkah 04
Sumber cukup?
Kalau tidak ada rujukan yang cukup relevan, Hikmah AI tidak menebak. Kamu akan diberi tahu terus terang dan diajak memperjelas pertanyaan.
Lebih baik bilang belum tahu daripada mengarang dalil.
- Langkah 05
Jawaban disusun
Kalimat pertama menjawab inti pertanyaan, lalu penjelasan dengan nomor sumber. Fakta, tafsir, dan perbedaan pendapat dipisahkan.
Ayat dan hadis hanya dikutip bila tersedia di rujukan.
- Langkah 06
Mutu dijaga
Pengguna bisa menilai dan melaporkan jawaban. Pengelola meninjau laporan dan menguji mutu jawaban secara berkala.
Kutipan disimpan bersama jawaban agar tetap bisa diperiksa.
Kalau ragu, kami bilang ragu.
Mode kutipan ketat membuat Hikmah AI menolak menjawab bila tidak ada rujukan yang memadai. Ini sengaja: dalam urusan agama, jawaban yang terdengar meyakinkan tapi tanpa dasar lebih berbahaya daripada jawaban “belum tahu”.
Apa hukum memakai cincin di jari telunjuk?
Saya belum menemukan rujukan yang cukup untuk menjawab pertanyaan ini. Coba perjelas pertanyaanmu, atau minta pengelola menambahkan sumber yang relevan. Untuk penetapan hukum pada kasus pribadi, tanyakan ke ustadz yang kamu percaya.
Yang perlu kamu tahu.
Kami ingin kamu memakai Hikmah AI dengan ekspektasi yang tepat.
Bisa keliru
Hikmah AI adalah alat bantu belajar berbasis AI. Selalu periksa rujukannya.
Bukan pengganti ulama
Untuk penetapan hukum pada kasus pribadi, tanyakan ke ustadz yang kamu percaya.
Sebatas koleksi rujukan
Cakupan jawaban bergantung pada dokumen yang sudah dimasukkan dan ditinjau pengelola.
Lampiran bukan rujukan resmi
Berkas yang kamu lampirkan dipakai sebagai konteks, bukan sumber keagamaan yang telah ditinjau.
Sudah paham alurnya? Saatnya bertanya.
Mulai dari pertanyaan yang paling sering bikin kamu penasaran.